STRUKTUR ATOM
TABEL PERIODIK UNSUR
Perkembangan Teori Atom
Kemunculan teori atom Dalton membangkitkan rasa keingintahuan terkait dengan penelitian beragam jenis atom.
Isi teori atom John Dalton adalah seperti berikut ini:
- Atom adalah bagian terkecil dari suatu unsur-unsur dan tidak dapat dibagi lagi.
- Atom-atom sejenis mempunyai sifat yang sama, sedangkan atom-atom dengan unsur tidak sejenis memiliki sifat yang berbeda.
- Dalam reaksi kimia, terjadi penggabungan atau pemisahan atom.
- Atom dapat bergabung dengan atom lainnya untuk membentuk molekul dengan perbandingan bulat dan sederhana.
Dalam praktiknya, teori atom Dalton memiliki beberapa kekurangan di antaranya:
- Tidak bisa menggambarkan bagaimana cara atom saling bergabung.
- Atom unsur yang satu dengan atom unsur lainnya tidak bisa dideskripsikan.
- Hubungan senyawa antara larutan senyawa dengan daya hantar arus listrik tidak bisa dideskripsikan.
- Sifat listrik materi tidak bisa dideskripsikan.
Teori atom Dalton hanya mampu bertahan selama 90 tahun. Hal itu dikarenakan pada tahun 1886, Eugene Goldstein telah menemukan partikel listrik yang memiliki muatan positif dan yang sekarang dikenal dengan nama proton. Setelah itu, pada tahun 1897 Thomson mendapatkan penemuan berupa partikel bermuatan negatif yang diberi nama elektron.
Pada tahun 1897, dengan menggunakan metode tabung sinar katode yang sebelumnya ditemukan oleh Michael faraday (1791-1867), maka Thomson menentukan rasio massa (m) terhadap muatan listrik (e) untuk sinar katode. Berdasarkan rasio m/e ini Thomson menyimpulkan bahwa sinar katode merupakan partikel dasar bermuatan negatif penyusunan suatu atom.
Sinar katode kemudian dikenal sebagai elektron, yaitu istilah yang pertama kali diusulkan oleh George Stoney pada tahun 1874. Model teori atom Thomson ini juga dikenal sebagai model semangka atau pudding buah plum karena elektron dalam lingkup muatan positif sama seperti buah kering dalam pudding natal bulat atau lebih dikenal dengan teori roti kismis.
Teori atom Thomson berkesimpulan bahwa atom merupakan bola massif atau pejal yang bermuatan positif. Dimana, atom terdiri dari bola bermuatan positif dan electron tertanam didalamnya. Disamping itu, ia berpendapat bahwa atom bermuatan netral karena memiliki muatan negatif dan positif dalam besaran yang sama.
Namun, model teori atom Thomson ini tidak berumur panjang. Setelah dipublikasikan kurang lebih 10 tahun maka mulai muncul kelemahan dari teori tersebut. Teori ini dinilai tidak dapat menjelaskan dinamika reaksi kimia yang terjadi antaratom. Bahkan, ketidaksempurnaan dari teori atom Thomson ini ditunjukan oleh salah seorang murid Thomson yang bernama Ernest Rutherford.
C. Teori Rutherford
Pada tahun 1911, Rutherford menyangkal kebenaran teori atom Thomson yang mengatakan bahwa atom merupakan bermuatan positif, dan disekelilingnya terdapat elektron bermuatan negatif layaknya roti kismis. Teori atom Rutherford mengatakan bahwa atom mempunyai inti yang merupakan pusat massa yang kemudian dinamakan nukleus, dengan dikelilingi awan elektron bermuatan negatif.
Dasar Teori Atom Rutherford
Teori atom Rutherford didasarkan pada eksperimen penembakan inti atom lempengan emas dengan partikel alfa yang dikenal dengan percobaan Geiger-Marsden. Pada saat itu, Rutherford menyusun desain rancangan percobaan penembakan atom emas oleh partikel alfa yang dipancarkan oleh unsur radioaktif. Ternyata, sinar radioaktif tersebut ada yang dipantulkan, dibelokkan, dan diteruskan.
Hasil pengamatan tersebut dikembangkan dalam hipotesis model atom Rutherford:
- Sebagian besar dari atom merupakan permukaan kosong atau hampa.
- Atom memiliki inti atom bermuatan positif yang merupakan pusat massa atom.
- Elektron bergerak mengelilingi inti dengan kecepatan yang sangat tinggi.
- Sebagian besar partikel α lewat tanpa mengalami pembelokkan/hambatan. Sebagian kecil dibelokkan, dan sedikit sekali yang dipantulkan.
- Awan elektron tidak mempengaruhi penyebaran partikel alfa
Kelebihan Model Atom Rutherford
- Mudah dipahami untuk menjelaskan struktur atom yang rumit
- Dapat menjelaskan bentuk lintasan elektron yang mengelilingi inti atom
- Dapat menggambarkan gerak elektron disekitar inti
Kelemahan Model Atom Rutherford
- Menurut hukum fisika klasik, elektron yang bergerak mengelilingi inti memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Akibatnya, lama-kelamaan elektron itu akan kehabisan energi dan akhirnya menempel pada inti.
- Model atom rutherford ini belum mampu menjelaskan dimana letak elektron dan cara rotasinya terhadap inti atom.
- Elektron memancarkan energi ketika bergerak, sehingga energi atom menjadi tidak stabil.
- Tidak dapat menjelaskan spektrum garis pada atom hidrogen (H).
d. Teori Niels Bohr
- Atom terbentuk dari sebuah inti yang memiliki muatan positif lalu dikelilingi oleh elektron yang menyerupai lintasan (bermuatan negatif).
- Elektron yang mengelilingi atom bisa pindah dari satu lintasan ke jalur lain jika elektron pindah ke lintasan yang lebih tinggi.
- Atom akan melakukan penyerapan energi, apabila pindahnya ke lintasan yang lebih rendah, akan memancarkan energi.
Struktur Atom
A. Notasi Atom- Jumlah elektron (e) : ditentukan oleh nomor atom
- Jumlah proton (p) : ditentukan oleh nomor atom
- Jumlah netron (n) : ditentukan oleh rumus, n = A - Z
Atom bermuatan
- Atom bermuatan positip (+) : atom melepaskan elektron
- Atom bermuatan negatip (-) : atom menangkap elektron
Contoh ;
Berikut video contoh cara menghitungnya:
Isotop adalah atom-atom yang memiliki nomor atom sama tetapi berbeda nomor massanya.
Contoh:
Atom-atom Karbon dan Uranium memiliki nomor atom yang sama tetapi berbeda nomor massanya.
Isobar adalah atom yang mempunyai nomor atom berbeda tetapi memiliki nomor massa yang sama.
Contoh:
Kesimpulan:
Atom-atom Karbon dan Nitrogen serta Kalsium dan Kalium memiliki nomor massa yang sama tetapi berbeda nomor atom.
Isoton adalah atom yang mempunyai nomor atom dan nomor massa berbeda tetapi memiliki jumlah neutron yang sama.
Contoh:
Kesimpulan:
Atom-atom Oksigen dan Nitrogen serta Silikon dan Fosfor memiliki jumlah neutron yang sama . (Simak video untuk me-review).
Silakan simak video berikut ini!
Jumlah kulit atom ada 7 kulit (K, L, M, N, O, P, Q). Setiap kulit akan terisi oleh elektron-elektron yang berputar mengilingi inti bermuatan positif pada atom tersebut.
Posisi dan jumlah elektron di setiap kulit atom dapat ditentukan dengan rumus:
Jumlah elektron di Kulit ke-1 (K)
e maks = 2 . 1 e = 2 elektron
Jumlah elektron di Kulit ke-2 (L)
e maks = 2 . 4 e = 18 elektron
Jumlah elektron di Kulit ke-3 (M)
e maks = 2 . 9 e = 18 elektron
Jumlah elektron di Kulit ke-4 (N)
e maks = 2 . 18 e = 32 elektron
dst....
Jumlah elektron di Kulit ke-7 (Q)
e maks = 2 . 49 e = 98 elektron
Hubungan Konfigurasi elektron dengan Tabel Periodik Unsur
- Periode Unsur di tentukan oleh Jumlah Kulit Atom pada konfigurasi elektron
- Golongan Unsur ditentukan oleh Jumlah Elektron Valensi (Elektron yang berada di kulit terakhir) pada konfigurasi elektron
Silakan dicek pada Tabel 1. Tabel Konfigurasi Elektron, Contoh konfigurasi elektron unsur-unsur dan letaknya pada Periode dan Golongan di Tabel Periodik Unsur.
Setelah paham cocokkan dengan posisinya pada Gambar 5. Tabel Periodik Unsur
Sub Kulit adalah bagian-bagian dari kulit atom terdiri dari 4 bagian
Sub kulit s : jumlah elektron maksimalnya adalah 2 elektronSub kulit p : jumlah elektron maksimalnya adalah 6 elektronSub kulit d : jumlah elektron maksimalnya adalah 10 elektronSub kulit f : jumlah elektron maksimalnya adalah 14 elektron
Cara menuliskan notasi pada sub kulit
- Aturan Aufbaw
Silakan simak video lengkapnya berikut ini!
- Sub kulit s : memiliki 1 orbital sehingga jumlah elektron adalah 2 elektron
- Sub kulit p : memiliki 3 orbital sehingga jumlah elektron adalah 6 elektron
- Sub kulit d : memiliki 5 orbital sehingga jumlah elektron adalah 10 elektron
- Sub kulit f : memiliki 7 orbital sehingga jumlah elektron adalah 14 elektron
Mekanika Kuantum
2. Tentukan posisi unsur pada soal nomor 1 di dalam tabel periodik unsur
3. Tentukan bilangan kuantum dari unsur Fe dengan nomor atom 26,
Dan ada berapkah orbital yang terisi elektron berpasangan?
4. Tentukan bilangan kuantum dari unsur X dengan nomor atom 51
5. Tentukan unsur di dalam tabel periodik unsur yang memiliki bilangan kuantum
n = 4 ; l = 1 ; m = +1 ; s = -1/2
Jawab
1. Konfigurasi elektron 29 Cu
Penulisan konfigurasi elektron yang lebih tepat adalah pada urutan nomor 3 dan 4. Pada urutan nomor 3, elektron mengalami perpindahan dari sub kulit 4s ditarik masuk ke sub kulit 3d, karena sistem penuh.
"Jika elektron pada orbital sub kulit d mengalami kekurangan 1 elektron sebelum ia penuh (9 elektron) atau sebelum ia setengah penuh (4 elektron) maka sifat sub kulit d akan menarik 1 elektron dari sub pada kulit terluar", dalam hal ini adalah sub kulit s. Sifat khusus pada konfigurasi elektron.
Tetapi untuk menentukan bilangan kuantum, konfigurasi elektron yang digunakan adalah konfigurasi elektron pada aturan Aufbaw.
Jumlah elektron dari sub kulit 3d dan 4s adalah 11,
oleh sebab itu Golongannya IB
Pada golongan B, cara penentuannya dengan menjumlahkan elektron yang berada di sub kulit d dan s. Dengan rincian sebagai berikut,
- Jumlah elektron 3 : III B
- Jumlah elektron 4 : IV B
- Jumlah elektron 5 : V B
- Jumlah elektron 6 : VI B
- Jumlah elektron 7 : VII B
- Jumlah elektron 8 : VIII B
- Jumlah elektron 9 : VIII B
- Jumlah elektron 10 : VIII B
- Jumlah elektron 11 : I B
- Jumlah elektron 12 : II B
Bilangan kuantumnya adalah n = 5 ; l = 1 ; m = +1 ; s = +1/2
- Nomor kulitnya 5, maka n = 5,
- Sub kulit d memiliki bilangan kuantum azimut l = 2,
- Elektron terakhirnya berada pada orbital +1, maka m = +1,
- Arah elektron terakhirnya ke atas, maka s = +1/2,
Dan unsur X dengan nomor atom 51 adalah unsur Sb, Stibium atau antimon
"Setelah mendapatkan konfigurasi terakhirnya, tentukan konfigurasi unsur tersebut menurut Aufbaw. Kemudian hitung jumlah elektronnya".